Print Shortlink

Wisata Makam Kuno Toraja yang Unik

 

Masyarakat suku Toraja memang memiliki adat yang cukup unik, terutama akan hal-hal yang berkaitan dengan kematian. Mulai dari ritual kematian yang menghabiskan biaya sangat besar hingga proses pemakaman unik yang dilakukan, yang kebanyakan di tempat-tempat tinggi jauh dari tanah. Keunikan itulah yang menarik penasaran banyak wisatawan.Bagi anda yang penasaran akan keunikan makam kuno toraja bisa hubungi penyedia EXPLORE TORAJA untuk menjadikan destinasi liburan anda. Beberapa wisata makam kuno Toraja menjadi paket wisata Anda saat berkunjung ke sini.

Tempat wisata yang wajib untuk didatangi adalah Londa, wisata melihat peti mati di dalam goa. Pengunjung harus membayar lima ribu rupiah untuk memasuki kawasan ini. Sebaiknya Anda membawa senter karena tempatnya yang berada di dalam gua yang gelap. Jika umumnya orang meninggal di kuburkan, di sini hanya di masukan dalam peti yang dibiarkan tergeletak di atas tanah. Sudah dapat digambarkan bagaimana suasana di dalam sana bersama peti mati, menegangkan. Tidak disarankan untuk orang-orang yang takut dengan gelap. Wisata makam kuno Toraja selanjutnya adalah Lemo, kuburan yang hanya diperuntukan bagi kaum bangsawan, karena biaya untuk ritual pemakaman yang besar yang hanya bisa dilakukan oleh para bangsawan. Dengan biaya masuk sepuluh ribu rupiah, wisatawan dapat melihat sekitar 70 tau-tau atau boneka kayu menghiasi dinding bukit yang cukup tinggi. Boneka tersebut merupakan perwujudan orang yang meninggal semasa hidupnya.

Selain dua wisata terkenal tersebut ada lagi wisata makam yang juga unik khas Toraja. Babygrave atau kuburan bayi Kambira di Desa Lembang, Sangala, Tana Toraja. Jenazah bayi yang berusia kurang dari 6 bulan yang belum tumbuh gigi akan diletakan di lubang-lubang yang ada di pohon Tarra yang memiliki ketinggian 80-100 meter. Menurut sejarah pohon Tarra memiliki getah yang mirip cairan asi untuk menggantikan asi ibu bagi bayi-bayi yang dianggap masih suci tersebut. Prosesi penguburannya juga tidak mudah, harus dengan beberapa ritual, dan selama prosesi terdapat berbagai larangan seperti berbicara, menengok ke kanan atau ke kiri, dan juga larangan menoleh ke belakang. Objek wisata makam kuno Toraja ini berusia sekitar 300 tahun.

Leave a Reply