Print Shortlink

Pria Ini Raup Omzet Rp 200 Juta/Bulan dari Bisnis Arumanis

44bb721e-abf7-4131-ba10-6ee23c28a2f9_169Pada tahun 2000, Ardi Sahami, orang suka memanggilnya Haji Ardi, adalah seorang penjual camilan arumanis atau yang lebih mudah dikenal dengan sebutan gulali. Pada saat itu, dirinya menjajakan makanan yang berbahan baku gula ini dari satu pintu ke pintu, dari satu warung ke warung, berkeliling Kota Yogyakarta.

Baca juga: Peluang berbisnis kuliner dengan memanfaatkan Meja Promosi, kunjungi Jual Meja Promosi

Masih di kota Yogyakarta, pada 2004 Ardi akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan dan mencoba menekuni usaha arumanis yang dikelolanya sendiri. Pengalaman saat menjadi penjual, membuat Ardi menjadi lebih mudah membangun jaringan pemasaran.

Menurut Ardi, usaha makanan seperti gulali memang tak akan ada habisnya. Walaupun tergolong jajanan ringan tempo dulu, semua kalangan mulai anak-anak hingga orang tua, menyukai jajanan yang berbentuk rambut dengan rasa manis legit ini.

6561ffda-53ce-4049-bb23-9aafd434bd6d_169

“Dulu tahun 2000 saya masih jadi penjual. Dan mulai tahun 2004  bisnis sendiri, beli mesin produksi sendiri dan mengontrak rumah untuk dijadikan usaha dengan modal Rp 20 juta,” ujar Ardi

Lama kelamaan, bisnisnya semakin berkembang sejalan dengan pemasaran arumanis pabrikannya yang semakin mengekspansi, bahkan sampai keluar kota Yogyakarta. Dari produksi yang mulanya dilakukan sendiri, saat ini Ardi memiliki 20 karyawan dengan omzet kisaran Rp 200 juta setiap bulannya.

“Sekarang omzet sudah bisa Rp 200 juta dalam sebulannya dengan jumlah karyawan 20 orang, termasuk di bagian penjualan. Tempat penjualan selain di Kota Yogyakarta, saat ini sudah sampai Solo, sampai daerah Banyuwangi,” jelas Ardi.

Berbekal dari pengalamannya menjadi penjual di produk makanan yang sejenis, Ardi menggunakan strategi  direct selling atau penjualan langsung ke beberapa pasar tradisional, warnet, warung-warung, apotek, toko buah, toko oleh-oleh, supermarket, restoran, sampai di SPBU di 8 kota. Dengan label Usaha Sempe Arumanis, Ardi menjual jajanan yang identik dengan warna pink /merah muda terang tersebut dengan harga jual kisaran Rp 5.000-Rp 20.000.

“Sekarang, saat ini satu hari saja habis 300 kilogram gula, saya pakai gula rafinasi untuk bahan pembuatannya. Saya coba untuk pasarkan arumanis ini di luar Pulau Jawa,” ucap Ardi.

Menurut Ardi, meski sekarang usahanya terbilang besar, bukan berarti berjalan mulus tanpa kendala.

“Kadang distributor ini nggak konsisten dalam penjualannya. Akhirnya tagihannya pun lama, kalau pembayaran macet kan paling susah. Selain itu juga faktor sales yang terkadang tidak jujur,” pungkasnya.

Leave a Reply