Print Shortlink

Kisah Sang Pemanah di Bukit Uhud, Fakta Yang Terjadi

pasukan-uhud

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…Selamat datang teman-teman ku selamat datang di web kami yang sederhana ini. Pada kali ini admin akan memberikan informasi menarik tentang Kisah Sang Pemanah di Bukit Uhud, Fakta Yang Terjadi. Dengan dihadirkannya kisah ini diharapkan antum dapat memetik hikmah dari kejadian-kejarian masa lalu Islam..Aamiin. Baik, langsung saja kisahnya kami sajikan untuk antum.

Perang Uhud, salah satu perang besar yang bersejarah terjadi antara kaum muslimin (umat Islam) yang dipimpin oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam dengan kaum musyrikin Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb (yang ketika itu masih kafir). Perang ini merupakan perang yang dahsyat, bagaimana tidak… kaum musyrikin Makkah rela menempuh perjalanan sejauh ratusan kilometer (berjalan dari Makkah menuju Madinah) untuk menghabisi kaum muslimin.

Di pertempuran ini pula terbunuh Singa Allah Hamzah Bin Abdul Muththalib, beliau adalah paman dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Perang ini terjadi di sekitar bukit Uhud di luar kota Madinah, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengatur posisi pasukan dengan membelakangi Uhud dan menghadap Madinah, sehingga pasukan musuh berada di tengah kaum muslimin dan Madinah.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam menunjuk satu pasukan yang terdiri 50 dari pemanah handal/ahli yang dikomandani oleh Abdullah bin Jubair, pasukan ini diposisikan di Jabal Rumat / Jabal Ainain, sekitar 150 meter dari pasukan kaum Muslimin. Karena pentingnya posisi pemanah ini, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda kepada mereka: “Lindungilah kami dengan anak panah, agar musuh tidak menyerang kami dari arah belakang. Tetaplah di tempatmu, entah kita di atas angin atau pun terdesak, agar kita tidak diserang dari arahmu.”

Beliau juga bersabda: “Lindungilah punggung kami. Jika kalian melihat kami sedang beretempur, maka kalian tidak perlu membantu kami. Jika kalian melihat kami telah mengumpulkan harta rampasan, maka janganlah kalian turun bergabung bersama kami.”

Al-Bukhori meriwayatkan: Beliau bersabda:”Jika kalian melihat kami disambar burung sekalipun, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu, kecuali ada utusan yang datang kepada kalian. Jika kalian melihat kami dapat mengalahkan mereka, maka janganlah kalian meninggalkan tempat, hingga ada utusan yang datang kepada kalian.”

Akan tetapi tatkala pasukan kaum muslimin hampir meraih kemenangan dan pasukan pemanah melihat orang-orang muslim sudah mengumpulkan harta rampasan dari pihak musuh, mereka pun dikuasai egoisme kecintaan terhadap duniawi. 40 pemanah melanggar perintah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan turun ke lembah Uhud untuk ikut mengumpulkan harta ghanimah. Hingga tertinggal 10 pemanah saja di Jabal Rumat.

Dalam kondisi ini, situasi berbalik hingga kaum muslimin terjepit dan kocar-kacir hingga hampir-hampir Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam terbunuh.

Akan tetapi dalam pertempuran selanjutnya, kaum muslimin yang dipimpin Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam mampu membalikkan keadaan hingga menguasai pertempuran, meskipun banyak sekali para sahabat yang gugur demi menyelamatkan beliau.

Hikmah yang bisa kita pelajari dari Perang Uhud:

  • Bahwa pemanah harus sabar: tidak boleh tergesa-gesa, tidak boleh terlalu cepat mengambil kesimpulan.
  • Bahwa pemanah harus cerdas dan cerdik, memiliki rasio, logika, dan penuh perhitungan dalam setiap tindakannya dan paham atas konsekuensi dari semua tindakannya tersebut.
  • Bahwa pemanah wajib istiqomah taat dan bersikap amanah pada tugas yang diberikan pemimpin.
  • Bahwa pemanah wajib waspada dan awas: tidak boleh lengah, lalai, terhanyut, apalagi terhasut.
  • Bahwa dalam pemikiran dan perbuatan pemanah harus memprioritaskan apa-apa yang penting menurut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, terutama sunnah-sunnah beliau. Bahwa hati pemanah harus selalu berzikir mengingat Allah Yang Berkuasa atas setiap aktivitas panahan (QS Al Anfal ayat 17: wamaa ramayta idz ramayta walaakinna Allaaha ramaa) sehingga tidak mudah tergoda oleh fitnah dunia.

Dari segi teknis, melihat posisi Jabal Rumat dan pasukan kaum muslimin, maka para pemanah terdahulu mampu menembakkan anak panah sejauh 150 meter untuk menghalau pasukanmusuh yang dikomandani oleh Khalid bin Walid.

Melihat jarak panahan yang begitu jauh (150 meter), tentunya membuat kita harus semakin giat berlatih untuk menajamkan insting memanah kita. Bagaimana tertarik untuk mengasah skill memanah anda minimal latihan panahan 100 kali tembak setiap hari??? Oiya apabila antum ingin membeli busur panah silahkan kunjungi website di www.utsmaniarchery.com

Leave a Reply