Print Shortlink

Dengan Biaya Umroh Murah November bisa Mengelilingi Kota Nabi

Salah satu keistimewaan Madinah dari pada kota-kota lainnya, karena kota ini identik dengan Nabi Muhammad SAW. Setelah Nabi melaksanakan hijrah, kota ini dikukuhkan sebagai Madinah al-Nabi atau Kota Nabi. Memang, Nabi lahir dan menghabiskan masa-masa remajanya di Mekkah, tetapi masa-masa akhir hidupnya selama 10 tahun di Madinah telah memberikan makna dan nilai yang amat mendalam. Beliau pun meninggal dunia di kota ini.

Dengan mengikuti program umroh murah November ini kita dapat mengunjungi kota Nabi. Dimana Madinah merupakan kota kelahiran Nabi. Madinah merupakan tempat yang bersejarah bagi umat muslim.

Muhammad Yasin Ghadhban (1993) menyebut Madinah sebagai Dar al-Hijrah (kota migrasi) dan Dar al-Raudhah (kota taman surga). Di balik itu semua, karena kota ini semakin mengukuhkan ketauhidan yang merupakan inti dari ajaran Islam. Didalam sebuah hadis, Nabi bersabda, Sesungguhnya keimanan akan berpusat di Madinah, sebagaimana ular berpusat di rongga-rongga lubang bumi.

Dalam hal ini, Madinah semakin menyempurnakan nuansa monoteisme yang berwujud didalam rumah Tuhan, Ka’bah. Dengan sangat sederhana dapat dikatakan, bahwa jika Mekkah merupakan symbol monoteisme dalam narasi besar, maka Madinah merupakan symbol monoteisme  dalam narasi kecil. Islam adalah agama samawi paling akhir yang meletakkan bangunan monoteisme secara paripurna. Anda dapat mengunjungi Madinah dengan Biaya umroh Jakarta yang murah. Di kota Madinah ini Nabi mengukuhkan monoteisme sebagai bagian terpenting dalam Islam, bahkan hal tersebut merupakan pangkal utama dalam ajaran Islam.

Komitmen La Illaha Illallah (Tiada Tuhan selain Allah SWT) sebagai bukti ketundukan dan penyerahan diri secara total kepada Allah SWT. Selain Allah SWT pada hakikatnya akan binasa dan tidak mempunyai kekuasaan dan kekuatan mutlak. Menurut Cak Nur, komitmen monoteisme seperti ini semakin mengukuhkan, bahwa Islam adalah agama yang mendorong demokrasi dan egalitarianism, serta menolak otoritarianisme.

Komitmen tersebut semakin dikukuhkan, tatkala di sempurnakan dengan testimoni, Muhammadun Rasulullah (Muhammad adalah utusan Allah SWT). Testimoni ini mengandung sebuah pesan kuat, bahwa keyakinan Muhammad SAW sebagai Rasulullah sebagai sebuah jalan lapang untuk mengukuhkan monoteisme. Sebab dalam diri beliau terhadap kasih-Nya yang tidak terbatas.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.